Langsung ke konten utama

Postingan

Unggulan

Desakralisasi Pengetahuan: Mengapa Sains Modern Gagal Menjawab Dahaga Eksistensial Manusia?

 Oleh: Dedi Sumardi Sumber Gambar: https://www.thecollector.com/galileo-modern-science/ Abstrak Di era informasi, pengetahuan sering kali direduksi menjadi sekadar data dan algoritma. Fenomena ini, yang disebut Seyyed Hossein Nasr sebagai "Desakralisasi Pengetahuan," telah memutus hubungan antara intelektualitas manusia dengan dimensi ilahi. Artikel ini membedah mengapa kemajuan sains materialistik justru meninggalkan lubang menganga dalam batin manusia dan bagaimana kembalinya "Yang Sakral" dalam ilmu pengetahuan menjadi satu-satunya jalan keluar dari krisis spiritualitas global. Ketika Ilmu Pengetahuan Kehilangan "Ruh"nya Dahulu, mencari ilmu adalah ibadah. Pengetahuan dianggap sebagai tangga untuk memahami Sang Pencipta (Scientia Sacra). Namun, sejak era Renaisans dan Pencerahan, dunia mengalami pergeseran paradigma yang radikal. Ilmu pengetahuan mengalami Desakralisasi ; sebuah proses di mana pengetahuan dipisahkan dari nilai-nilai spiritual dan tran...

Postingan Terbaru

May Day: Bukan Sekadar Tanggal Merah, Tapi "Alarm" Bagi Mesin Kapitalisme yang Kian Rakus

Hierarki Manusia Merdeka: Membedah Lima Pilar Pendidikan Herman Harrell Horne

Jangan Bandingkan Prosesmu dengan Siapapun: Belajar Rasionalitas dari Film Tunggu Aku Sukses Nanti

Oposisi sebagai Prasyarat Demokrasi: Analisis Teoretis terhadap Fungsi Pengawasan dan Ancaman terhadap Sistem Perwakilan di Indonesia Pasca-Pemilu 2024

Konstruksi Epistemologis Ilmu Politik: Analisis Kritis terhadap Relasi Kuasa, Otoritas Negara, dan Legitimasi dalam Dinamika Pemerintahan Modern

Residivisme Politik Elit dan Bayang-Bayang Neo-Sentralisme: Analisis Komparatif Wacana Pilkada lewat DPRD dengan Pola Kekuasaan Orde Baru

Integrasi Filantropi Industri dan Pedagogi Modern: Analisis Komparatif Etos Kerja R&D PT Mandom Indonesia terhadap Rekonstruksi Karakter Siswa

Intensifikasi Pajak Negara dan Kemiskinan Struktural: Analisis Kritis terhadap Disparitas Kebijakan Fiskal dan Kesejahteraan Sosial di Indonesia