Langsung ke konten utama

Postingan

Unggulan

Sila 1 vs Sila 2: Mengapa Rocky Gerung Menganggap Pancasila Gagal sebagai Ideologi?

Oleh: Dedi Sumardi Indonesia Lawyers Club. 30 juni 2026 Pancasila sering diposisikan sebagai ideologi negara yang utuh dan final. Namun, filsuf dan intelektual publik Rocky Gerung mengajukan pembacaan yang berbeda. Menurutnya, sila-sila Pancasila mengandung ketegangan internal yang membuatnya gagal memenuhi syarat sebagai ideologi dalam pengertian akademis yang ketat. Argumen utamanya berpusat pada pertentangan antara Sila 1 dan Sila 2. Argumen Rocky Gerung: Ideologi Harus Koheren Dalam wawancara dengan Tempo pada 4 Desember 2019, Rocky Gerung menyatakan secara tegas: “Sila pertama dan sila kedua sudah bertentangan.” Ia berangkat dari premis bahwa ideologi, dalam discourse of ideology, harus bersifat koheren. Sebuah sistem gagasan tidak boleh mengandung kontradiksi internal. Jika sila-silanya saling berlawanan, maka Pancasila tidak dapat disebut ideologi dalam arti yang ketat. Karena itu, Rocky menolak penyebutan “ideologi negara” untuk Pancasila.  Argumen ini ia perkuat dengan mer...

Postingan Terbaru

Pancasila Sebagai Kontrak Sosial: Membedah "Kesepakatan Agung" Bangsa Indonesia

Desakralisasi Pengetahuan: Mengapa Sains Modern Gagal Menjawab Dahaga Eksistensial Manusia?

May Day: Bukan Sekadar Tanggal Merah, Tapi "Alarm" Bagi Mesin Kapitalisme yang Kian Rakus

Hierarki Manusia Merdeka: Membedah Lima Pilar Pendidikan Herman Harrell Horne

Jangan Bandingkan Prosesmu dengan Siapapun: Belajar Rasionalitas dari Film Tunggu Aku Sukses Nanti

Oposisi sebagai Prasyarat Demokrasi: Analisis Teoretis terhadap Fungsi Pengawasan dan Ancaman terhadap Sistem Perwakilan di Indonesia Pasca-Pemilu 2024

Konstruksi Epistemologis Ilmu Politik: Analisis Kritis terhadap Relasi Kuasa, Otoritas Negara, dan Legitimasi dalam Dinamika Pemerintahan Modern

Residivisme Politik Elit dan Bayang-Bayang Neo-Sentralisme: Analisis Komparatif Wacana Pilkada lewat DPRD dengan Pola Kekuasaan Orde Baru

Integrasi Filantropi Industri dan Pedagogi Modern: Analisis Komparatif Etos Kerja R&D PT Mandom Indonesia terhadap Rekonstruksi Karakter Siswa